Ayo Berpartisipasi dan Sukseskan Coklit Data Pemilih

IMG-20180113-WA0107

Advertisements

Ayo sukseskan coklit 20 Januari 2018

IMG-20180113-WA0083

Bimtek PPK, Pemuthakiran Data Pemilih

PRINGSEWU- Persiapan penyelenggara dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung tahun 2018, berkaitan pemuthakiran data pemilih, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pringsewu (KPU) mengadakan bimbingan teknis kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se Kabupaten Pringsewu, Rabu (10/1) di Aula KPU Pringsewu.

Bimtek yang diikuti oleh 45 anggota PPK se Kabupaten Pringsewu, dibuka oleh Ketua KPU Pringsewu, A.Andoyo, dihadiri oleh Anggota komisioner KPU Pringsewu, Sofyan Akbar Budiman, Hi. Warsito, Hermansyah.

Devisi Pemuthakiran Data Pemilih, Sofyan Akbar M.Pd., memulai bimtek dengan memutar video tentang pemuthakiran data pemilih, disaksikan peserta bimtek PPK.

Sofyan Akbar Budiman, menjelaskan, Bimtek terhadap PPK, akan dilanjutkan ke bimtek tingkat PPS maupun PPDP dimaksudkan, agar penyelenggara PPK, PPS, maupun PPDP memahami dalam melakukan pemuthakiran data dan pencocokan penelitian (coklit) yang rencananya akan dilaksanakan coklit serentak 20 Januari.

Sofyan Akbar Budiman, mengatakan, Pemuthakiran Data dan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan pemilihan, baik pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Kualitas daftar pemilih menentukan baik dan buruknya kualitas penyelenggaraan dan kualitas hasil pemilu. Jika daftar pemilih tidak baik, maka proses dan hasil pemilu akan tidak baik. Sebaliknya dengan daftar pemilih yang berkualitas, proses dan hasil pemilu akan menjadi lebih baik, ujarnya.

Sementara itu Hi. Warsito, ST anggota KPU Pringsewu dalam Bimtek memberikan penekanan kepada PPK, PPS maupun PPDP dapat bekerja sesuai dengan buku panduan dan buku kerja PPDP sehingga hasil kerja PPDP dalam melakukan coklit memperoleh hasil yang maksimal.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pringsewu, A.Andoyo, mengharapkan, pada saat pemuthakiran data dalam coklit nanti mohon kepada masyarakat dan semua pihak ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan keterangan kepada Petugas Pemuthakiran Data Pemilih (PPDP) saat melaksanakan pencocokqn dan penelitian, dan kita awasi bersama petugas yang melaksanakan coklit benar-benar turun ke lapangan, jangan hanya bertugas dibelakang meja, harapnya.

A.Andoyo, mengatakan, Petugas Pemuthakiran Data Pemilih (PPDP) merupakan ujung tombak KPU dalam melakukan pemuthakiran dan pendaftaran pemilih mengrmban tugas yang sangat penting yaitu melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya. Pekerjaan yang sangat penting ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, oleh karena itu sukses tidaknya pemuthakiran data juga dibutuhkan peran aktif kita semua, ujarnya. (@)IMG20180110102549.jpg

http://lampung.tribunnews.com/2016/08/05/andreas-andoyo-selalu-sarapan-sebelum-keluar-rumah

Rendahnya Partisipasi Pemilih, KPU Pringsewu Adakan Rembuk Demokrasi

PRINGSEWU- Rendahnya partisipasi Pemilih di Kecamatan Sukoharjo pada saat pelaksanaan Pilkada 2017, hanya 60.1 %. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pringsewu membuat gerakan sosialisasi dengan agenda Rembuk Demokrasi Sosialisasi Peningkatan Partisipasi menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018 Berintegritas.

Kegiatan Rembuk Demokrasi yang diadakan pada Rabu (20/12) di Balai Pekon Sukoharjo 3 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, diselenggarakan pada malam hari pukul 19.30 wib hingga pukul 23.00 wib, diikuti oleh kepala Pekon, PPS se Kecamatan Sukoharo, Perwakilqn pemiluh Perempuan, dan Pemilih Pemula dimeriahkan dengan kelompok musik dari Kampung Demokrasi Pekon Wonodadi Gading Rejo.
Ketua KPU Pringsewu, A. Andoyo, dalam sambutan Pembukaannya mengatakan, Sosialisasi yang kita kemas dengan rembuk demokrasi ini, dan dilaksanakan malam hari, diharapkan lebih partisipatif, menyerap aspirasi masyarakat mengapa di Kecamatan Sukoharjo ini partisipasinya rendah, karena dengan sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan syarat fundamental untuk melahirkan partisipasi pemilih yang rasional, cerdas dan mandiri. Sementara itu Kami sebagai penyelenggara Pemilu bertanggung jawab untuk merumuskan dan menyelenggarakana sosialisasi dan pendidikan pemilih yang sistematis. Berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan pemilih, ujarnya.

Ketua KPU Pringsewu, yang juga sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut,menyampaikan materi berupa pesan-pesan kunci dalam setiap tahapan dan berkaitan langsung dengan kebutuhan pemilih. Diantaranya saat tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih, bahwa kepemilikan E- KTP sebagai syarat untuk didaftar sebagai pemilih, Mengingatkan pemilih untuk memastikan dirinya sudah terdaftar/didaftar sebagai pemilih dan mengingatkan pemilih untuk memastikan dirinya sudah terdaftar/ didaftar sebagai pemilih.

Para peserta nampak antusias saat melaksanakan diskusi kelompok, yang dipimpin oleh salah satu anggota KPU Pringsewu, Sofyan Akbar Budiman. Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1 membahas tentang, Faktor yang mempengaruhi kehadiran Pemilih ke TPS, kelompok 2, Faktor yang mempengaruhi ketidak hadiran pemilih ke TPS, kelompok 3 Faktor yang mempengaruhi Partisipasi Pemilih secara umum, kelompok 4. membahas upaya peningkatan partisipasi pemilih dalan pemilu dan kelompok 5 membahas permasalahan Data Pemilih.

Setelah membahas permasalahan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan mendapat tanggapan serta masukan dari kelompok lain, hasil dari diskusi tersebut menjadikan rekomendasi ke pada KPU Pringsewu untuk merumuskan dan menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang sistematis, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan pemilih.

Akhir dari kegiatan Rembuk Demokrasi, Peserta mendeklarasikan Pemilih Cerdas dan Berkualitas dengan menandatangani diatas baleho putih sebagai tanda ikrar mewujudkan Pemilih cerdas dan berkualitas (@)IMG-20171220-WA0076

Toegoe Bamboe Seribu

Penataan Daerah Pemilihan Pemilu 2019, Harus Memperhatikan 7 Prinsip

IMG20171114193613

Palembang – Ketua KPU RI Arief Budiman menjelaskan Penataan Daerah Pemilihan dalam Pemilu 2019 harus memenuhi 7 prinsip.
hal ini dikatakan saat memberikan Bimtek Penataan Daerah Pemilihan dan alokasi kursi Pemilu tahun 2017, di Hotel Arya Duta Palembang, Selasa (14/11).

Bimtek yang diikuti oleh KPU Propinsi dan Kabupaten Kota Devisi Teknis serta Kasubag Teknis se Sumatera dan Jawa ini berlangsung selama 2 hari hingga Rabu, (15/11).

Arief Budiman Menjelaskan ke tujuh prinsip Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu DPRD Provinsi. DPRD Kabupaten/Kota, terdiri dari Kesetaraan Nilai Suara, Ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, Proporsionalitas, Integritas wilayah, Coterminus (berada pada cakupan wilayah yang sama), Kohesivitas, dan kesinambungan dengan Pemilu sebelumnya.

Menurut Arief Budiman, Pedoman penataan Dapil bersumber pada Data Kependudukan yaitu Data Agregat Kependudukan per Kecamatan dari Kementerian yang menyelenggarakan Urusan Dalam Negeri. Dan Penyerahan DAK2 dilakukan pada 17 Desember 2017 sesuai dengan PKPU 7 tahun 2017 tentang tahapan Pemilu 2019. (@)

IMG20171114193447